December 29, 2010

December 22, 2010

Selamat Hari Ibu, Mam..:)


Usai mendengar ceritamu, anakku, betapa beraganm ternyata dunia yang kita pijak ini.

Kau harus bersyukur dengan apa yang telah kau dapatakan selama ini. Betapa Sang Maha Pengasih tidak pernah berhenti memeberi KasihNya padamu, SayangNya padamu, sehingga engkau sekarang bisa dengan tegar berdiri di dunia yang menurut ibumu ini nak, sangat gampang untuk membuatmu sekedar mencoba kenikmatan sesaat.


Untuk masih bisa menjaga nilai-nilai yang kau yakini selama ini, engkau harus selalu bersyukur nak. Bersyukur bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam perbuatan, karena hakikatnya, bersyukur itu adalah mengoptimalisasaikan seluruh potensi yanga da pada dirimu di jalan kebaikan. Ah, optimalisasi, kata itu rumit tapi engkau pasti dapat memahaminya dengan mudah dan lebih tahu apa hakikat bersyukur sesungguhnya.


Seperti yang pernah engkau ceritakan pada ibumu," ibu, mengapa kebanyakan orang senang melakukan hal-hal yang dilakukan orang banyak, padahal menurutku itu tidak benar?". Nak, betapa polosnya pertanyaanmu, tapi ibu bersyukur karena kau masih mau untuk sedikit saja memahami, bahwa kebenaran tetaplah kebenaran walaupun sedikit orang yang akan melaksanakannya.


Banyak sekali orang-orang yang tidak mengenal dirinya karena ia belum atu tidak mengenal Tuhannya, maka itu anakku, sebaiknya senantiasalah engkau sempatkan untuk mengenal siapa TuhanMu, karena dengan mengenalNya engkau akan mengenal dirimu. Memiliki arahan hidup yang jelas dalam jalan yang benar adalah sesuatu yang tak ternilai harganya. Dengan itu kau pun tahu, bahwa ada kehidupan yang lebih berharga dari ini semua. Membeli kehidupan abadi dengan bertahan sejenak menjalankan nilai-nilai langit di bumi ini, cukuplah menjadi bekalmu untuk terus melangkah.


Wajar jika sesekali ibu mendengarmu mengeluh, karena bagaimanapun kau hanyalah mnusia biasa. Tapi nak, jangan sekali-kali engkau iri pada apa yang diperoleh orang lain. Kembali pada hakikat bersyukur, engkau harus pula belajar menerima. Sudah hak Sang maha Kaya untuk memberi kekayaan pada siapa saja yang dikehendakiNya. Ibu bangga punya anak yang bisa mandiri, karena dengan itu engkau belajar untuk menghargai kehidupan. Ibu tak perlu kau beri apa-apa nak, asala kau tetap dapat hidup di tengah kota yang pernah kau bilang, "terlalu tinggi untuk orang sederhana seperti kita bu". Ibu tahu kamu bisa, karena dibalik kesederhanaanmu, kau selalu punya mimpi yang tinggi. Dan mimpi itu pula lah yang mengantarkanmu ke kehidupanmu sekarang ini.


Sekarang, kau sudah tahu bagaimana rasanya hidup sendiri kan?Ibu berpesan kembali padamu, sebagai sesama wanita nak, agar kau tahu kemana kau berikan kesetiaanmu. Akan ada berbgai peran dalam kehidupanmu. Sebagai seorang hamba, engkau harus setia kepada RabbMu. sebagai seorang anak, engkau harus setia kepada ibumu, ibumu, ibumu, dan bapakmu. Sebagai seorang istri (dan kelak kau akan mengemban peran ini, mungkin tak lama lagi), kau harus menyerahkan kestiaanmu pada lelaki yang dengan gagah menjemputmu melalui rangkaian khitbah dan akad, karena ia pun telah berjanji untuk setia. Sebagai ibu (bersyukurlah engkau untuk dapat menjadi seorang ibu kelak, nak!), setialah engkau untuk mendidik anak-anakmu menjadi satria tangguh ataupun dewi peradaban. Sebagai wanita di tengah-tengah masyarakat, kau harus setia pada orang-orang di sekitarmu, setia memberi manfaat pada mereka.


Setelah ini, ibu tahu kau akan melangkah. Tetaplah tegar, bersyukur dan sabar.Semuanya akan berbuah manis selama kau meyakini keberadaan Sang Maha Kuasa. Doa ibu bersamamu, anakku.


Selamat Hari ibu, I love you Mom..

"Rabbighfirlii waliwaalidaiyya warhamhumaa kamaa rabbayaani shogiiroo"